Subscribe Twitter

Minggu, 14 Maret 2010

Habis gelap terbitlah bersin

Jakarta, Beberapa orang sangat sensitif terhadap cahaya. Setiap kali keluar dari tempat gelap dan bertemu dengan cahaya terang langsung bersin-bersin tak terkendali. Inilah yang disebut Photic Sneezing atau bersin akibat terkena cahaya.

Gangguan ini merupakan salah satu bentuk alergi dan sekitar 30 persen populasi di dunia mengalami kondisi seperti ini.

Kebanyakan dari penderitanya merasa agak terganggu karena selalu bersin setiap kali meninggalkan tempat gelap seperti bioskop dan melangkah keluar ruangan yang terang. Bersin-bersin yang terjadi sekitar 2 sampai 15 detik setelah keluar ruangan.

Meskipun tidak ada yang tahu persis mengapa orang bisa bersin jika melihat cahaya terang, tapi ada teori yang mengungkapkan bahwa cahaya terang dapat memicu saraf optik yang melintasi jalur pusat bersin.

"Secara normal bersin adalah refleks kompleks yang melibatkan saraf di hidung yang bereaksi terhadap salah satu penyebab bersin seperti pembengkakan di hidung, adanya partikel tertentu serta bahan-bahan yang membuat orang alergi," ujar Robert Shmerling, MD, dari Harvard Health Publications, seperti dikutip dari MSN, Rabu (10/3/2010).

Pemicu bersin ini akan mengirim pesan ke tenggorokan, dada dan perut untuk melakukan kontraksi dalam urutan tertentu sehingga memaksa hidung untuk membersihkan bagian dalamnya.

Orang yang mengalami Photic Sneezing terkadang bisa menimbulkan bahaya tertentu jika sedang mengendarai mobil atau berjalan karena tanpa sadar seseorang akan menutup mata saat bersin.

Photic sneezing adalah suatu gangguan yang ditandai dengan adanya serangan bersin tiba-tiba yang sulit dikendalikan karena adanya rangsangan dari suasana gelap ke cahaya terang termasuk sinar matahari.

Jumlah bersin yang terjadi biasanya sekitar 2-3 kali, tapi ada juga yang bisa mencapai 40 kali. Refleks Photic Sneezing ini juga disebut Sindrom achoo.

Sindrom ini adalah warisan autosomal dominan yang dapat mempengaruhi laki-laki maupun perempuan. Berbagai penelitian telah menunjukkan autosomal dominan ini adalah warisan yang kuat, tapi beberapa individu diketahui dapat mengontrol refleks yang ada setidaknya untuk beberapa waktu.

Diduga terjadinya Photic Sneezing karena saat terkena cahaya terang seseorang akan menyipitkan matanya yang akan mempengaruhi kantung air mata, hal ini menyebabkan air mata mengalir menuruni saluran nasolacrimal ke rongga hidung. Akibatnya menimbulkan rangsangan di rongga hidung yang membuat seseorang bersin.

Refleks Photic Sneezing ini bisa dicegah dengan menggunakan kacamata hitam saat keluar dari tempat gelap yang langsung terpapar cahaya terang.

link